Son Heung-min akan Jalani Latihan Militer Selama 4 Minggu

Images result Son Heung-min

Infodunia.net – Pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min, harus menyelesaikan latihan dasar militer selama empat minggu setelah pulang ke Korea Selatan. Son telah kembali ke kampung halamannya usai mendapat izin dari Tottenham pada Sabtu (28/3/2020) karena alasan pribadi.

Melansir Sky Sports, Son sedang melakukan diskusi dengan Tottenham untuk menyelesaikan kewajibannya sebagai warga negara Korea Selatan. Sejatinya, pemain berusia 27 tahun itu diberikan pembebasan wajib militer selama 21 bulan setelah membawa timnas Korea Selatan meraih medali emas pada Asian Games 2018.

Son membawa timnas Korea Selatan menang 2-1 atas Jepang dalam partai final yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Meski demikian, Son tetap harus menyelesaikan latihan dasar militer selama empat minggu dan dikabarkan akan dimulai pada bulan April mendatang. Bila Liga Inggris dilanjutkan kembali setelah 30 April dan kewajibannya belum rampung, maka Son akan langsung kembali ke Tottenham Hotspur dan menjadwal ulang latihan militernya.

Sebelumnya, Son juga pernah pulang ke Korea Selatan pada awal Februari 2020 untuk menjalani operasi patah tulang tangan. Akibat pandemi virus corona, Son saat itu diwajibkan menjalani karantina selama dua minggu sekaligus pemeriksaan saat kembali ke London. Son juga melakukan donasi sebagai bentuk partisipasi untuk menghentikan pandemi virus corona dengan menyumbang 100 juta won atau sekitar 1,2 miliar rupiah.

Adapun Tottenham Hotspur menjadi klub Liga Inggris pertama yang melakukan pemotongan gaji. Chairman Tottenham, Daniel Levy, mengumumkan bahwa pihak klub akan memotong 20 persen gaji 550 staf non-pemain selama dua bulan ke depan.

Sementara itu, perwakilan Premier League, English Football League (EFL), dan perwakilan pemain serta manajer telah menyetujui bahwa kompetisi Liga Inggris musim ini baru akan dilanjutkan jika situasi benar-benar aman. “Perwakilan senior dari PFA, Premier League, EFL, dan LMA telah melakukan pertemuan konstruktif terkait tantangan menghadapi pertandingan di tengah pandemi Covid-19,” demikian bunyi pernyataan bersama Premier Laague, EFL, LMA, dan PFA. “

Pertemuan tersebut menegaskan kembali bahwa kesehatan dan kesejahteraan negara adalah prioritas, termasuk para pemain, pelatih, manajer, staf klub, dan pendukung.” “Semua orang sepakat bahwa sepak bola hanya akan dilanjutkan kembali ketika situasi aman dan memungkinkan untuk melakukan itu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *