2 Pasien Corona Asal Kolaka Sultra dan Majene Sulbar Terdata di Sulsel

Images result Pasien positif corona

Infodunia – Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangannya sore tadi menampilkan data yang menyebut positif virus Corona di Sulsel hari ini bertambah 16 menjadi 82 orang. Ternyata hanya 14 orang yang terdata positif Corona hari ini, sementara 2 lainnya yang dimaksud merupakan pasien asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dan Majene Sulawesi Barat.

Hasil verifikasi data ini disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan dr Ichsan Mustari dalam keterangannya melalui konferensi video di Makassar, Jumat (3/4/2020). Ichsan memastikan positif Corona di Sulsel hari ini bertambah 14 menjadi 80 orang. “Saya ingin sampaikan juga bahwa data yang ada di Kementerian sekarang itu ada 82 (positif Corona di Sulsel), sementara sebenarnya datanya itu adalah 80 yang positif,” kata Ichsan

Ichsan menjelaskan, perbedaan antara data di Pemprov Sulsel dan data Pemerintah Pusat terjadi karena 2 laboratorium di Makassar, yakni Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) dan Laboratorium Unhas mengirimkan langsung hasil pemeriksaan spesiman Corona ke pemerintah pusat. Disaat bersamaan 2 laboratorium itu juga mengirim hasil pemeriksaan spesimen Corona ke Pemprov Sulsel. Data yang diterima Pemprov Sulsel dari 2 laboratorium itu kemudian diverifikasi kembali.

“Kami melihat dan memverifikasi data (positif Corona) itu dari jumlah yang dimasukkan itu ada 16 sebenarnya, tapi ternyata ada yang 2 itu dari provinsi lain, dari Sulawesi Tenggara dari (Kabupaten) Kolaka, dan dari Majene (Sulawesi Barat). Jadi Kementerian Kesehatan melaporkan penambahan ada 16 kita verifikasi di sini 14 (yang bertambah),” ujar Ichsan.

Ichsan memaklumi jika ada perbedaan yang terjadi antara data di Pemerintah Pusat dengan data di Pemprov Sulsel. “Kita tidak mengatakan bahwa gugus kendali Pusat itu salah, tidak. Ini miss komunikasi saja, kita dalam melakukan (pendataan Corona) ini selalu memverifikasi sehingga data-data itu bisa terupdate selalu, jadi mungkin di Jakarta kemarin karena banyak yang positif jadi tabrakan datanya,” ujar Ichsan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *