Satpam Desa Dibunuh Gegara Tuduhan Dukun Santet

Images Result Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo memimpin rilis kasus pembunuhan

Rote Ndao – 

Jusuf Ledo (59) dibunuh dengan sadis oleh tiga pria di Desa Nusakdale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena dituding sebagai dukun santet. Tuduhan para pelaku itu dipatahkan polisi.

Berdasarkan hasil visum etrepertum, korban meninggal akibat benturan benda tumpul yang menyebabkan sejumlah luka. Seperti luka sobek di pelipis kanan, tangan kanan, pergelangan tangan kanan, lengan tangan kiri, lutut kiri, jari telunjuk tangan kiri.

Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo mengungkapkan ketiga pelaku telah ditangkap. Para pelaku yakni Yepta Elia (45), Matan Elfianus Elia (32), dan Steven Bolla (47).

“Dari keterangan para tersangka bahwa korban ini adalah tukang santet di daerahnya/desanya tersebut,” kata Bambang.

Usut punya usut, keterangan para tersangka kemudian dipatahkan polisi. Menurut Bambang, pembunuhan itu ditengarai karena masalah tanah.

“Alibinya (tersangka), korban tukang santet di daerahnya. Maka mereka bersepakat untuk menghabisi korban,” kata Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo, Rabu (6/5/2020).

Berikut detik-detik pembunuhan satpam desa di NTT gegara tuduhan dukun santet:

Jumat, 24 April 2020

Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo mengatakan ketiga tersangka melakukan tindak pidana pembunuhan tersebut karena sakit hati dengan korban, karena salah satu dari tersangka atas nama Matan Elfianus Elia alias MAT memiliki masalah jual beli tanah dengan korban.

“Pada Jumat 24 April korban dan tersangka Matan sempat bersitegang membicarakan masalah tanah itu,” kata Bambang dalam keterangannya, Rabu (6/5/2020).

Polisi menduga kuat pembunuhan itu karena masalah tanah. Salah satu tersangka sempat cekcok dengan korban saat membicarakan masalah tanah.

“Kalau yang kuat dugaan motifnya itu karena dendam itu masalah tanah, santet ini diduga alasannya aja, alibinya. Sebelumnya salah satu tersangka dia ada jual beli tanah sama korban. Dalam pembicaraan itu sempat cek-cok dan bersitegang, akhirnya mereka berpikiran untuk menghabisi korban,” ujarnya.

Selasa, 28 April 2020

Pukul 00.00 Wita

Para tersangka menghabisi nyawa korban pada 28 April 2020 sekitar pukul 00.00 Wita. Bagian dada korban dipukul dengan batu secara berulang ulang, dan juga menggunakan kayu untuk memukul kaki dan tangan korban.

Pukul 06.30 Wita

Korban ditemukan istri korban dalam keadaan tak bernyawa di pos jaga gerbang masuk desa, tempat dia bertugas pada 28 April 2020 pukul 06.30 Wita. Darah tampak keluar dari mulut korban.

Senin, 4 Mei 2020

Tiga pelaku ditangkap polisi. Saat diperiksa polisi, tersangka menuduh korban merupakan tukang santet di daerah itu.

“Menghabisi nyawa Korban karena dendam pribadi dan dugaan Santet (Suanggi),” ujar Bambang.

“Dari keterangan para tersangka bahwa korban ini adalah tukang santet di daerahnya/desanya tersebut,” imbuhnya.


Selasa, 5 Mei 2020

Para tersangka resmi ditahan pada Selasa (5/5/2020).

Ketiganya disangkakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, sub Pasal 338 KUHP Sub Pasal 354 Ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *