Kasus Corona Kian Bertambah, Pemkot Depok Ajukan Perpanjangan PSBB

Iamges Result Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad

Depok – 

Pemerintah Kota Depok kembali mengajukan perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Keputusan ini diambil mengingat kasus Corona (COVID-19) di Kota Depok kian bertambah setiap harinya.

Idris telah melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Barat terkait perpanjangan masa PSBB ini. Dalam Surat Walikota Depok Nomor 443/233/Huk/GT Tanggal 11 Mei 2020 tentang Pengajuan Permohonan Perpanjangan Penetapan PSBB di Wilayah Kota Depok, Idris meminta kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk memperpanjang masa PSBB untuk 1 kali masa inkubasi atau selama 14 hari mulai tanggal 13 Mei hingga 26 Mei 2020.

“Semoga dalam perpanjangan PSBB nanti, kita tetap konsisten dalam melaksanakan protokol pemerintah dan pengaturan PSBB, untuk kebaikan semua,” kata Idris.

Idris sendiri mengklaim adanya penurunan penambahan rata-rata kasus per hari pada masa PSBB jilid I dan II, dibandingkan dengan sebelum PSBB. Namun demikian, terjadi penambahan kasus setiap harinya.

“Masih terjadi penambahan kasus dalam setiap harinya yang disebabkan oleh import case dan transmisi lokal, serta masih tingginya pergerakan orang,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok mencatat kasus positif di Kota Depok per 11 Mei 2020 ada 360 orang. Sedangkan jumlah pasien sembuh mencapai 65 orang dan korban meninggal 21 orang.

Di sisi lain, kasus orang tanpa gejala (OTG) di Kota Depok kian bertambah, Hingga 11 Mei ini tercatat total 1.401 OTG, terdiri dari 489 selesai pemantauan dan 912 masih dalam pemantauan.

Kemudian kasus orang dalam pemantauan mencapai 3.496 orang. Dari angka tersebut, 1.918 selesai pemantauan dan 1.578 masih dalam pemantauan.

Pasien dalam pengawasan (PDP) juga bertambah menjadi 1.351 kasus. Dari angka tersebut, 626 selesai pengawasan dan 725 orang masih dalam pengawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *