Menikmati Senja di Kampung Turis Pangandaran

images result kampung turis

Pangandaran – 

Kawasan Kampung Turis pantai Pangandaran mulai berbenah. Pengunjung mulai berdatangan kendati Pemda setempat memberlakukan peraturan yang cukup ketat untuk masuk ke objek wisata pantai Pangandaran.

Sebagaimana diketahui syarat “terberat” bagi pengunjung adalah harus menunjukkan hasil rapid test non reaktif. Selain harus melawan beban mental saat menjalani tes, pengunjung juga harus merogoh kocek Rp 200 ribu untuk biaya rapid test.

“Alhamdulillah perlahan pengunjung mulai berdatangan. Mereka pun sejauh ini cukup mematuhi protokol pencegahan penyebaran COVID-19 yang kami terapkan,” kata Bayu, pengelola sebuah cafe di Kampung Turis Pamugaran Pangandaran, Sabtu (13/6/2020).

Meski pengunjung tak seramai sebelum masa pandemi Corona, tapi Bayu mengaku bersyukur aktivitas usahanya sudah berjalan kembali.
“Ya minimal anak-anak (karyawan), sudah bisa kerja lagi. Walau tak seperti dulu, tapi minimal ada penghasilan,” kata Bayu.

Belum terlalu ramai

suasana akhir pekan ini di Kampung Turis tak terlalu ramai. Tapi panorama senja sangat indah. Cuaca cerah dengan sedikit gumpalan awan, membuat waktu matahari terbenam menjadi indah. Ombak Pangandaran pun relatif tenang, tak seperti pekan sebelumnya yang mengalami pasang.

“Tadi rapid test dulu di perbatasan. Ya bayar Rp 200 ribu seorang. Tapi hanya saya dan istri, anak-anak tidak di-rapid test, mungkin karena masih kecil,” kata Denih Suprianto, pengunjung asal Ciawi Tasikmalaya.

Dengan kondisi pantai yang tidak terlalu ramai, Denih mengaku menikmati berlibur di Pangandaran meski di tengah pandemi Corona. “Kami jadi sedikit berhati-hati. Terutama mengawasi aktivitas anak-anak. Beruntung suasana tak terlalu ramai,” kata Denih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *