Motif Pije Bakar Mobil Via Vallen

Images result Mobil Via Vallen dibakar

Jakarta – 

Mobil Via Vallen dibakar oleh seorang pria berinisial P ber-KTP Medan tapi mempunyai SIM dengan alamat Bekasi. Alphard milik Via Vallen itu hangus.

Kapolresta Sidoarjo AKBP Sumardji berbincang dengan terduga pelaku, ketika itu identitas pembakar mobil Via Vallen terkuak.

“Namanya siapa, Bang,” tanya Sumardji dari luar jeruji penjara kepada terduga pelaku, Selasa (30/6/2020).

“Pije,” jawab terduga pelaku dari dalam sel. Terduga pelaku kemudian menjawab bahwa ia lahir pada 1979 saat ditanya umur oleh Sumardji.

Nama Pije sendiri juga tertulis hingga dua kali di tembok rumah Via Vallen. Tulisan bernada ancaman itu dibuat oleh pelaku sebelum membakar mobil Via Vallen.

Tulisan pada tembok itu berbunyi ‘KIBUS ADA, ADA G K KSH HAK KU, PIJE PERSA 98 PIJE 97 MATI KALIAN BANG’.

Sumardji menyebut pelaku tidak langsung membakar bagian mobil. Pelaku awalnya membakar bagian bawah mobil bernomor polisi W 1 VV itu memakai karton.

“Bakarnya pun cerdas juga, nggak langsung disiram ke kap mobil, ditaruh di ban itu kayak karton gitu baru dibakar,” ujar Sumardji.

Pelaku langsung tertangkap beberapa saat setelah kejadian. Namun saat diperiksa, pelaku sulit untuk dimintai keterangannya.

Sumardji menyebut pelaku seakan pura-pura gila. Ia justru meminta makan dan rokok kepada polisi yang bertugas.

Mobil Via Vallen terbakar pukul 03.20 WIB. Saat melancarkan aksinya, ia juga terpantau CCTV.

“Saya tanya, rumahmu di mana aja jawabnya ngalor-ngidul. Dia yang nulis di CCTV kelihatan, dia jalan juga lihat,” ujarnya.

Pije juga disebut sebagai penggemar Via Vallen. Ia mengaku kehilangan ponselnya, hingga merasa harus bertemu langsung dengan Via Vallen. Selama ini, terduga pelaku mengaku tinggal dan tidur di warkop-warkop di Desa Kalitengah, desa rumah Via Vallen berada.

“Dia mengaku fans berat Via Vallen. Dia sudah satu minggu yang lalu di wilayah Sidoarjo,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji

Sementara, menurut warga sekitar, Pije sudah tiga hari terpantau di kawasan kampung tersebut.

“Menurut keterangan warga dia boleh dikatakan sudah tiga hari mondar-mandir,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *